- DIGITAL FORM OF DAILY SCRAP BOOK -
Install Theme

karena pikiran pun datang sepotong-sepotong

1. saya tersenyum pagi ini, mungkin hormon, tapi yang saya tau alasan saya tersenyum pagi ini adalah saat saya melihat 3 pasang ibu dan anak yang 1 bis dengan saya menuju jatinangor, ke open house kampus saya tercinta. 2 dari pasangan ibu-anak itu mengobrol dengan nada bangga atas pencapaian anaknya. mereka itu saya dan ibu saya, setahun lalu.

ada saat-saat dimana 1 tahun jauh lebih pendek dari seharusnya atau 1 menit itu jauh lebih panjang dari semestinya. ya, relativitas waktu itu nyata adanya.

2. karakter, sikap, dan perilaku. tadi pagi saya mendengarkan bapak dekan saya berbicara di depan para orang tua dan mahasiswa barunya. topiknya tentang karakter, sikap, dan perilaku. beliau menjelaskan apa yang beliau harapkan pada anak-anak barunya, karakter, sikap, dan perilaku yang kurang dimiliki generasi sekarang. ya, generasi sayapun termasuk.

kurang empati dan peduli. bukankah fatal bagi kami yang katanya ingin jadi dokter untuk kehilangan nilai-nilai tadi?

tiba-tiba saya ingin bertemu ibu-ibu yang saya periksa di rancabuaya. apa kabarnya ibu-ibu disana ya? bagaimana kabar anak-anak di rahimnya?

3. keramahan orang Indonesia itu menyenangkan ya? menurut saya, ketika 2 orang yang tidak saling mengenal, yang bertemu di angkutan umum kemudian bisa mengobrol dengan akrabnyaadalah ciri Indonesia. biasanya kebiasaan macam ini dilakukan para orang tua. 2 orang ibu yang bertemu di toko karpet bisa saja langsung berkonsultasi tentang karpet mana yang cocok untuk ruang tamunya tanpa pernah melihat ruang tamu yang dibicarakan.

semacam, tidak ada yang benar-benar disebut ‘complete stranger’

tapi, remaja jarang ya bertanya ke remaja yang tidak mereka kenal? tapi, mereka akan bertanya pada orang yang jelas statusnya, contoh: pemandu wisata

4. cuma saya atau semua orang butuh quality time? dimana dia sendirian, melakukan apapun yang dia ingin (selama tidak bertentangan dengan imannya dan bisa ia pertanggung jawabkan).

saya baru tau kalau cara terbaik untuk membuat waktu-waktu seperti itu bagi saya adalah berjalan diantara rak-rak buku mencari judul yang menarik, sambil bertanya-tanya inspirasi macam apa yang sedang saya cari? atau di antara rak-rak keping DVD, mencari film mana yang ceritanya bisa saya sukai sebanyak saya menyukai forrest gump?

sebelumnya, saat-saat sendirian itu saya habiskan di kamar, mengunci diri membaca novel atau menonton film. orang tua saya seringkali keberatan. mungkin cara yang baru saya sadari ini akan lebih enak bagi saya dan mereka.

5. kematian itu dekat. bagi Allah, Dia cukup mengirim sebuah truk untuk menyenggol angkutan umum yang saya naiki tepat di belakang tempat saya duduk untuk mengingatkan saya. Alhamdulillah, Ia masih memberi saya kesempatan untuk hidup dengan lebih baik.

6. saya adalah seorang pembaca yang ingin jadi penulis

7. saya adalah orang awam yang mencari ke-bijak-an